Kamis, 13 Mei 2010

Diduga Teroris, Tiga Tersangka Dari Sukoharjo Dibawa Ke Mabes Polri

Tiga tersangka teroris yang ditangkap di Sukoharjo, Jwa Tengah, akan dibawa ke Markas Besar Polri lebih dulu. "Dibawa ke Mabes Polri dulu. Nanti baru ditentukan akan dibawa kemana, apakah ke Marko Brimob atau tempat lain," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Edward Aritonang saat dihubungi Tempo, Kamis (13/05).

Edward mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan berkaitan dengan rencana teror yang dilakukan. "Kita belum tahu. Kita tunggu pengembangannya saat pemeriksaan di Jakarta. Mudah-mudahan dapat hasilnya nanti," katanya.

Detasemen Khusus 88 Antiteror melakukan penggerebekan di RT 3 RW 6, Desa Baki Pandeyan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (13/5) pagi. Dalam penggerebekan tersebut polisi mengamankan beberapa senjata, di antaranya satu pucuk M-16, sebuah pistol, rompi antipeluru, serta ratusan peluru.

Sebelumnya Detasemen Khusus 88 Antiteror meninggalkan Bandara Adi Soemarmo dengan menggunakan pesawat sewa jenis Fokker 28 pada pukul 10.46 WIB. Mereka membawa serta tiga tersangka teroris yang berhasil ditangkap dalam penggerebekan di Sukoharjo.

"Pesawat tersebut sudah berada di bandara sejak pagi," kata Airport Duty Manager Bandara Adi Soemarmo, Sugeng Budiyanto. Menurut dia, polisi mengawal tiga tersangka secara ketat. "Semua menggunakan penutup muka," kata Sugeng.

Dua orang di antaranya ditangkap di sebuah bengkel accu di Kelurahan Baki Pandeyan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Hal tersebut berdasarkan informasi yang disampaikan oleh polisi kepada Lurah Baki Pandeyan, Parjiyo.

"Tadi saya diberitahu oleh petugas mengenai penangkapan tersebut," kata dia. Hanya saja, dia mengaku tidak tahu nama-nama orang yang ditangkap di bengkel tersebut.

Sedangkan satu tersangka lain, hingga saat ini belum jelas di mana lokasi penangkapannya. Dalam penggerebekan di di RT 3 RW 6, Desa Baki Pandeyan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (13/5) pagi, polisi mengamankan beberapa senjata, di antaranya satu pucuk M-16, sebuah pistol, rompi antipeluru, serta ratusan peluru.

Kemarin, Detasemen Khusus 88 Antiteror menembak mati lima tersangka teroris dan meringkus satu orang hidup-hidup. Penembakan dilakukan dalam penggerebekan di Cawang dan Cikampek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar