Bima salah satu aktor Cowboys in Paradise mengaku dibayar sutradara Armit Virmani sebesar Rp150 ribu untuk bermain surfing di Pantai Kuta.
Setelah tiga aktor lainnya, diperiksa Direskrim Polda Bali, kini giliran dua anak pantai lainnya yang harus menjalani pemeriksaan.
”Dua orang kami panggil lagi untuk dimintai keterangan terkait keterlibatannya dalam film dokumenter tersebut,” kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol I Gede Sugianyar Dwi Putra, Jumat(30/4/2010).
Kedua anak pantai tersebut hingga kini masih menjalani pemeriksaan. Sebelum diperiksa, Bima, salah satu aktor yang berambut ikal berkulit hitam tersebut mengaku tidak mengetahui jika dirinya akan muncul di film.
“Saya diminta untuk bermain surfing saja. Saya dikasih uang Rp150 ribu,” kata Bima yang berasal dari Jember, Jawa Timur tersebut. Ia juga mengaku kaget jika akhirnya wajahnya muncul di thriller film yang berdurasi 2 menit 30 detik.
Hal sama disampaikan Denis, anak pantai lainnya, saat pengambilan gambar film tersebut, ia sedang bermain bola. Jadi sama sekali tidak mengetahui jika aktivitasnya itu disorot kamera untuk kepentingan film dokumenter besutan sutradara keturunan India tersebut.
“Saya tak tahu dia ambil gambar, saya merasa dirugikan, bahkan keluarga saya banyak yang menanyakan sampai masuk dalam film,” kata pria asal Bukittinggi Sumbar tersebut.
Karena itu ia tengah memikirkan untuk menempuh upaya hukum dengan malporkan Armit Virmani karena namanya telah ikut dicemarkan akibat beredarnya film yang mengisahkan aktivitas gigolo di Pantai Kuta.
“Rencananya mereka akan menuntut balik karena merasa dirugikan,” kata I Gede Sugianyar.
Hingga kini, pihak kepolisian telah memintai keterangan lima orang yang tak lain para aktor film gigolo Kuta tersebut. Kelima anak pantai tersebut statusnya masih sebatas saksi. Polda berencana memanggil saksi saksi lainnya yang terlibat dalam pembuatan film dokumentar yang dirilis Youtube baru baru ini.
Setelah tiga aktor lainnya, diperiksa Direskrim Polda Bali, kini giliran dua anak pantai lainnya yang harus menjalani pemeriksaan.
”Dua orang kami panggil lagi untuk dimintai keterangan terkait keterlibatannya dalam film dokumenter tersebut,” kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol I Gede Sugianyar Dwi Putra, Jumat(30/4/2010).
Kedua anak pantai tersebut hingga kini masih menjalani pemeriksaan. Sebelum diperiksa, Bima, salah satu aktor yang berambut ikal berkulit hitam tersebut mengaku tidak mengetahui jika dirinya akan muncul di film.
“Saya diminta untuk bermain surfing saja. Saya dikasih uang Rp150 ribu,” kata Bima yang berasal dari Jember, Jawa Timur tersebut. Ia juga mengaku kaget jika akhirnya wajahnya muncul di thriller film yang berdurasi 2 menit 30 detik.
Hal sama disampaikan Denis, anak pantai lainnya, saat pengambilan gambar film tersebut, ia sedang bermain bola. Jadi sama sekali tidak mengetahui jika aktivitasnya itu disorot kamera untuk kepentingan film dokumenter besutan sutradara keturunan India tersebut.
“Saya tak tahu dia ambil gambar, saya merasa dirugikan, bahkan keluarga saya banyak yang menanyakan sampai masuk dalam film,” kata pria asal Bukittinggi Sumbar tersebut.
Karena itu ia tengah memikirkan untuk menempuh upaya hukum dengan malporkan Armit Virmani karena namanya telah ikut dicemarkan akibat beredarnya film yang mengisahkan aktivitas gigolo di Pantai Kuta.
“Rencananya mereka akan menuntut balik karena merasa dirugikan,” kata I Gede Sugianyar.
Hingga kini, pihak kepolisian telah memintai keterangan lima orang yang tak lain para aktor film gigolo Kuta tersebut. Kelima anak pantai tersebut statusnya masih sebatas saksi. Polda berencana memanggil saksi saksi lainnya yang terlibat dalam pembuatan film dokumentar yang dirilis Youtube baru baru ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar